Sahur di Hari Pertama
Kamis, 17 Mei 2018


Sebelum Ramadhan banyak sekali agenda yang direncanakan oleh anak-anak untuk dilaksanakan. Mudah membuat rencana karena rata-rata kami adalah tipe ideator. Sehingga bukan hal yang susah untuk memunculkan Ide.

Namun jelaslah tantangan utamanya adalah action. Di sahur pertama ini anak-anak merencanakan bangun sebelum waktu sahur. Ingin ikut berkeliling bareng anak-anak di kampung untuk menyerukan sahur sambil membawa obor. Jam weker sudah disetel, dan kriiing.. si emak yang bangun.

Kutengok jam rupanya masih pkl 02.00, weker pun kumatikan dan anak-anak tidak kubangunkan. Aku segera ke dapur masak makanan buat sahur. Karena mata tak bisa lagi ditutup. Sambil mencuci pakaian dengan mesin cuci. Setelah selesai kutengok jam masih pukul 03.00
Terdengar suara anak-anak kampung dengan peralatan musik seadanya membangunkan masyarakat untuk sahur. Aku pun tersadar anak-anak belum kubangunkan untuk ikut rombongan tersebut.

Hari pertama ini telat ngentong sahur.. hehe. Tak apalah, aku pun menyiapkan makanan dan piring di ruang tengah. Kupejamkan mata, dan stel weker 30 menit. Belum weker berbunyi, gadis kecilku yang biasanya paling lambat disuruh bangun, tergopoh-gopoh membangunkan seisi rumah. Sahur.. umi sahur.. Kami pun segera bersantap sahur.

Semua ikut, Ulwan, Faiq, Indy, Nayief, Yazed. Abinya pun menelpon saat kami menyantap sahur. Selesai sahur, anak laki2 sholat di masjid. Zed ikut sholat di rumah bersama Indy dan umi.

Saat pulang dari masjid, Abang mengambil gambar kami yang sedang sholat. Rupanya dilihatnya Zed tertidur di sajadah.

Agenda berikutnya adalah tadarus Al Qur'an. Hari ini kami sampai hal 14. Senang sekali bisa menyimak bacaan anak2.

Demikian cerita kecil kami di hari ini.

#PuasaHari1
#IbuProfesionalLmgTbnBjn